Mengenal Pink Tax: Ketika Perempuan Harus Mengeluarkan Lebih Banyak Biaya untuk Kebutuhannya
Pink tax menunjukkan bagaimana standar terhadap perempuan yang harus rapi, wangi, dan terawat, dibentuk sekaligus dimonetisasi.
Narasi sang Puan : Tatapan, Rasa tidak nyaman dan Keraguan
Menatap seseorang memang bukanlah suatu tindakan ilegal, namun jika tatapan tersebut dapat membuat seseorang merasa terganggu dan tidak nyaman serta bersifat seksual hal ini dapat menyebabkan pelecehan.
Mengapa Standar yang Ditetapkan untuk Perempuan Selalu Berorientasi pada Fisik?
Perempuan tidak hanya dituntut untuk pintar, tetapi juga cantik; tidak hanya dituntut untuk berprestasi, tetapi juga menarik secara fisik. Standar ganda ini memperlihatkan bahwa beauty privilege masih menjadi bagian dari realitas yang dihadapi banyak perempuan.
Mencari Diri di Tengah Standar
Aku sangat mencintai kehidupan perempuan, namun mengapa kehidupan perempuan ini disalahpahami dan tidak dihargai? Tidakkah cukup bagi kalian jika perempuan puas dengan kehidupan yang diinginkannya? Dengan ekspresi yang dia tunjukkan mengenai identitasnya? Dengan keinginan-keinginannya?
Kota itu Sudah Tidak Terlihat Sama di Mataku
Menciptakan ruang aman di dalam ruang publik seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai penciptaan rasa aman dari ancaman kekerasan seksual. Ruang publik juga seharusnya bisa memberikan ruang aman bagi mereka yang terstigmatisasi untuk melanjutkan hidupnya tanpa stigma.
Ibu, Anak Perempuan, dan Warisan Luka yang Tak Terlihat
Mengapa hubungan ibu dan anak perempuan terasa semakin rumit seiring waktu? Sebuah refleksi tentang motherhood, tekanan sosial, dan luka yang diwariskan ke anak perempuan.
Masak, Macak, Manak: Sebuah Dekonstruksi Konsep dalam Budaya Jawa
Masak, macak, manak itu kodrat perempuan? Kata siapa? Kenapa?
“Omongan Begini Cuma Candaan Kita-Kita Doang, Kok”
Dari grup chat FH UI hingga pengalaman di SMA. Lelucon seksis di ruang privat menormalisasi kekerasan seksual. Kenapa institusi membiarkannya?
Narasi Kebebasan dan Privilege dalam Tren “First in My Bloodline”
Mengapa travel, serta without husband, meskipun terdengar sederhana, justru menjadi simbol emansipasi yang dirayakan secara serentak?
Perempuan adalah Tentang Apa yang Tak Terutarakan
Melalui refleksi personal dan puisi, Bonniela menghubungkan perkembangan kognitif dengan pengalaman sehari-hari perempuan yang pikiran dan gagasannya sering diabaikan sebelum sempat diutarakan.
Perempuan, Pilihan, dan Kebebasan dalam Cinta
Menikah dan punya anak bukan satu-satunya bentuk cinta. Sebuah refleksi tentang pekerjaan rumah tangga, kebebasan perempuan, dan cara mencintai tanpa kehilangan diri.
Siapa yang Boleh Bicarakan Politik di Meja Makan Lebaran?
Tidak semua orang memiliki posisi yang sama dalam percakapan politik. Politik membutuhkan ruang bicara, tetapi akses untuk masuk ke ruang itu sangat dipengaruhi oleh modal budaya yang tidak dimiliki secara merata. Ketika percakapan politik muncul di meja makan, tidak semua orang memiliki modal diskursif yang sama untuk terlibat di dalamnya.
Ketika Perempuan Muda Menopang tapi Tidak Diakui
Sekitar 14,37% pekerja perempuan di Indonesia menanggung ekonomi rumah tangga lebih dari anggota keluarga lain, hampir separuhnya menyumbang 90–100% pendapatan keluarga. Sistem kerja dan kebijakan sosial masih dirancang seolah pencari nafkah utama selalu laki-laki. Perempuan anak pertama yang menjadi tulang punggung keluarga menghadapi ketimpangan upah, parentifikasi, dan pengakuan yang terus ditunda.
Aku, Masyarakat, dan Menstruasi
Tulisan ini mengangkat pengalaman personal menghadapi menstruasi di tengah aktivitas sosial dan aksi lapangan, yang dipenuhi rasa khawatir, nyeri fisik, serta tekanan emosional. Masyarakat perlu memahami kompleksitas pengalaman menstruasi sekaligus pentingnya empati, apresiasi, dan upaya kolektif untuk mengurangi kekerasan berbasis gender.
Membaca Ulang Ophelia: Patah Hati dan Representasi Perempuan dari Shakespeare hingga Taylor Swift
Ophelia perlu dibaca ulang dan dipahami dengan cara yang lebih baik. Bukan sebagai kisah cinta yang gagal, melainkan sebagai bukti bagaimana sejarah sastra dan budaya merepresentasikan perempuan, terutama ketika berhadapan dengan kehilangan, kekecewaan, dan emosi.
Peran Perempuan dalam Perlindungan dan Pemanfaatan Ruang Laut
Pemberdayaan tidak pernah bergerak dalam satu jalur tunggal. Ia lahir dari berbagai ruang dan peran, bahkan dari tempat-tempat yang awalnya tidak pernah terbayangkan seperti laut.
Darurat Seblak!: Politik Tubuh Pedas, Performativitas Digital, dan Ruang Keintiman Vernakular Perempuan
Fenomena “darurat seblak” membuka pembahasan tentang politik tubuh, budaya digital, dan ruang keintiman perempuan muda. Dari TikTok hingga warung seblak, makanan pedas ini menjadi simbol agensi, solidaritas, dan negosiasi gender dalam kehidupan sehari-hari.
Kemarahan Ini Membebaskan: Refleksi Aksi 29 Agustus 2025 di Senayan
Mengikuti aksi sebagai tim medis membuka pengalaman baru tentang represi, solidaritas, dan pendidikan jalanan. Di balik gas air mata, tumbuh kesadaran bahwa perjuangan melawan penindasan tak bisa lagi ditunda.