❋
CALL FOR ABSTRACTS AKAN DITUTUP TANGGAL 4 MEI 2026Call for Abstracts
Critical Girlhood Studies in Indonesia Online Symposium 2026
Simposium daring ini mengundang peneliti, aktivis, seniman, pendidik, dan praktisi komunitas yang karya dan kerjanya berkaitan dengan anak perempuan atau perempuan muda di Indonesia, untuk bersama-sama mengembangkan kajian kritis tentang kehidupan perempuan muda atau critical girlhood studies di Indonesia.
Definisi anak perempuan dan perempuan muda yang kami gunakan di simposium ini bersifat inklusif: mencakup transpuan muda, non-biner, dan perempuan muda serta anak perempuan yang mengidentifikasi diri sebagai queer, tanpa batasan usia yang kaku.
Simposium ini akan menjadi ruang untuk berbagi penelitian, mendapatkan masukan, merefleksikan tantangan, bertukar metode, dan membangun jaringan lintas disiplin dan sektor.
Kami mengundang abstrak dari mahasiswa S1 dan pascasarjana (S2/S3), peneliti awal karir, pegiat atau pekerja pengetahuan berbasis komunitas, maupun peneliti senior, akademisi, dan praktisi LSM. Kamu bisa berafiliasi dengan universitas, LSM, lembaga think-tank, organisasi komunitas, atau bekerja secara independen sebagai peneliti, aktivis, seniman, maupun praktisi.
Abstrak yang perlu disertakan adalah abstrak panjang (extended abstract) 700-800 kata yang menjelaskan kontribusi yang kamu usulkan, mencakup: fokus tulisan, relevansinya dengan critical girlhood studies di Indonesia, kerangka teoretis dan/atau konseptual, pendekatan metodologis (jika ada), serta keterkaitannya dengan minimal satu poin agenda simposium yang bisa kamu temukan di bawah (atau klik di sini)
Kriteria abstrak
Panjang 700-800 kata
Menjelaskan fokus dan tujuan kontribusi
Menunjukkan relevansi dengan critical girlhood studies di Indonesia
Menguraikan kerangka teoretis dan/atau konseptual
Mendeskripsikan pendekatan metodologis (jika ada)
Mengaitkan dengan minimal satu poin agenda penelitian simposium
Menjelaskan apakah kontribusimu berbasis praktik, teoretis/konseptual, berdasarkan temuan awal, atau berdasarkan studi yang sudah selesai
Menunjukkan kejelasan, koherensi, dan potensi untuk dikembangkan menjadi materi publikasi
Ditulis dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris
Dikirimkan melalui Google Form
Kami berencana mengembangkan materi simposium menjadi sebuah buku (edited volume).
Presentasi dan abstrak dapat menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Setiap presentasi berlangsung selama 15 menit.
Setelah simposium, kontributor terpilih akan menyiapkan naskah lengkap dalam bahasa Inggris atau bahasa Indonesia untuk disertakan dalam edited volume. Kami memperkirakan setiap naskah akan sepanjang 5.000-6.000 kata. Naskah dapat ditulis oleh satu penulis atau lebih.
Shifting the Paradigm
Simposium ini dan publikasi yang akan diterbitkan setelahnya merupakan kelanjutan dari agenda penelitian yang dirumuskan dalam artikel “Shifting the Paradigm: Rethinking Research on Indonesian Girls and Young Women” (Beta, Gummay, Nisa, Tieken and Adhi, 2025).
Kami mengajakmu untuk membaca artikel “Shifting the Paradigm” sebelum mengirimkan abstrakmu. Artikel tersebut memberikan konteks penting tentang orientasi konseptual dan dasar pemikiran kritis simposium ini serta buku yang akan kami terbitkan setelahnya.
Kalau kamu tidak memiliki akses ke artikel tersebut, hubungi co-convenors (Annisa & Tania) melalui email d annisa.beta@unimelb.edu.au dan pritania.astari@student.unimelb.edu.au
Agenda Simposium
Kami mengajakmu untuk memikirkan poin-poin agenda simposium di bawah dan mengaitkan minimal satu poin dengan abstrakmu. Kamu dapat menggabungkan beberapa poin agar karya kamu dapat berkontribusi secara mendalam untuk critical girlhood studies di Indonesia:
Telaah kritis wacana, metode, dan stigma dalam layanan kesehatan seksual dan reproduksi: Membahas bagaimana narasi kesehatan online maupun offline, pendekatan penelitian kesehatan masyarakat, dan praktik layanan kesehatan institusional membentuk pengalaman anak perempuan, transpuan muda, perempuan muda, dan individu non-binary. Kamu dapat menganalisis konten kesehatan digital yang menstigma dan budaya influencer (influencer cultures), mempertanyakan metodologi kesehatan masyarakat dan kerangka bukti yang dominan, serta mengkaji pengalaman dengan layanan biomedis dan psikologis. Tema ini mengundang karya yang bergerak antara analisis media, kesehatan masyarakat kritis (critical public health), dan feminist girlhood studies untuk memikirkan ulang praktik pengetahuan dan perawatan (care) Hak dan Kesehatan Seksual dan Reproduksi (SRHR) yang lebih aman, akuntabel, dan inklusif.
Keadilan reproduktif dalam penelitian kesehatan bersama perempuan muda: Beranjak dari kerangka Hak dan Kesehatan Seksual dan Reproduksi (SRHR), penerapan kerangka Reproductive Justice dalam penelitian kesehatan bertujuan mengkaji ulang isu-isu seperti kehamilan yang tidak direncanakan, aborsi aman, kontrasepsi, dan pengasuhan remaja melalui perspektif hak perempuan muda: (1) untuk memiliki anak, (2) untuk tidak memiliki anak, dan (3) untuk mengasuh anak dalam lingkungan yang aman dan sehat, bebas dari kekerasan. Kamu dapat membahas bagaimana perempuan muda dari komunitas yang terpinggirkan, termasuk perempuan dengan keragaman gender, menegosiasikan dan menjalankan hak reproduksi mereka, baik secara individual maupun kolektif. Tema ini mengedepankan pengalaman hidup, ketidaksetaraan struktural, dan strategi perlawanan kolektif dalam memajukan keadilan reproduktif.
Memikirkan ulang kehidupan perempuan muda di Indonesia secara dekolonial dan feminis: Mengkaji secara kritis narasi dominan dari ranah akademik, kebijakan, LSM, dan media yang memandang anak perempuan dan perempuan muda melalui lensa risiko, moralitas, dan kerentanan. Kamu dapat mempertanyakan framing berbasis kekurangan (defisit) dengan mengedepankan pemahaman tentang kehidupan perempuan muda yang relasional, kontekstual, dan interseksional, dengan memperhatikan perbedaan kelas, agama, etnisitas, wilayah, disabilitas, ekspresi gender, seksualitas, status migrasi, dan kondisi kehidupan lainnya. Tema ini mengundang karya yang menempatkan pengetahuan yang menubuh (embodied), pengalaman afektif/emosi (affective), dan pemaknaan kehidupan sehari-hari anak perempuan dan perempuan muda sebagai dasar teori dan kritik yang sahih.
Metodologi penelitian partisipatif, pembaharuan etika penelitian, dan praktik pengetahuan lintas disiplin: Membahas perancangan ulang metodologi penelitian melalui praktik penelitian partisipatif, yang dipimpin oleh kaum muda, dan kontekstual, dengan menempatkan anak perempuan atau perempuan muda sebagai peneliti atau co-researcher. Tema ini mendorong cara berpikir kritis feminis dan dekolonial tentang produksi pengetahuan, refleksi tentang etika penelitian berbasis perawatan (care) dan akuntabilitas, serta pendekatan lintas disiplin yang bergerak melampaui paradigma satu disiplin atau kerangka biomedis yang sempit.
Institusi, infrastruktur, dan pemberdayaan ekonomi: Mengkaji bagaimana sekolah, perguruan tinggi, organisasi keagamaan, platform media atau paltform digital, kebijakan negara, LSM/lembaga nirlaba, keluarga, dan sistem korporasi mengatur atau membantu menciptakan berbagai kemungkinan dan kesempatan dalam kehidupan anak perempuan and perempuan muda. Tema ini juga memperhatikan infrastruktur institusional yang membentuk lingkungan kehidupan perempuan muda. Kamu bisa mempertanyakan program-program yang mendorong kewirausahaan dan pemberdayaan ekonomi. Kamu dapat mempertanyakan bagaimana program-program tersebut menormalisasi logika neoliberal tentang memperbaiki diri terus-terusan (self-optimization), produktivitas, dan ketahanan individual, yang mungkin bersinggungan dengan posisi kelas, ras, etnisitas, dan agama. Tema ini mendorongmu untuk menganalisa program dan gagasan pemberdayaan (empowerment) melalui perspektif political economy, labour regime, dan/atau kapitalisme berbasis platform (platform capitalism)
Dunia digital yang membentuk kehidupan perempuan muda: Menganalisis keterlibatan anak perempuan atau perempuan muda di media digital, fandom, gaming, dan/atau platform pesan (seperti Whatsapp, Signal, dll.) sebagai ruang imajinasi politik, kreativitas, perlawanan, dan komunitas. Alih-alih memandang ruang digital semata-mata sebagai ruang penuh risiko atau pemberdayaan, tema ini mengundang kajian tentang tata kelola platform, algorithmic visibility, ekstraksi data, pengawasan (surveillance), isu buruh/kerja (labour), keintiman digital (digital intimacy), dan juga dengan praktik relasional di dunia online. Kajianmu dapat menempatkan kehidupan perempuan muda di dunia digital dalam ekologi media Indonesia dan arus transnasional. Perhatikan perbedaan dan kesamaan linguistik, agama, wilayah, dan kelas yang membentuk partisipasi maupun eksklusi.
Solidaritas sehari-hari, praktik pengetahuan feminis, dan masa depan alternatif: Memperhatikan praktik sehari-hari yang sering tidak terlihat atau tidak dianggap. Praktik-praktik yang sebenarnya penting bagi anak perempuan atau perempuan muda dalam mempertahankan persahabatan, merawat sesama, dan membayangkan masa depan yang berbeda. Kamu dapat membahas tentang bentuk-bentuk pengetahuan yang dibuat oleh anak perempuan atau perempuan muda. Misalnya, zine, video, podcast, exhibition, pertunjukan, kampanye online, postingan media sosial, atau pendirian kolektif/ komunitas. Fokus pada proses penyebaran pengetahuan sebagai bagian dari praktik feminis, bukan sekadar sebagai luaran atau tahap akhir penelitian.
Transformasi institusi, kolaborasi transnasional, dan praktik pendidikan yang refleksif: Mengkaji bagaimana critical girlhood studies dapat mengintervensi kurikulum sekolah, pengajaran di universitas, program komunitas, dan pembuatan kebijakan, sambil membangun jaringan transnasional yang berkelanjutan di antara peneliti, aktivis, seniman, dan perempuan muda. Kontribusi dapat merefleksikan praktik penelitian yang refleksif dan akuntabel, yang memperhatikan posisi, kuasa, emosi, dan keterlibatan peneliti, yang juga menempatkan kritik terhadap diri sendiri (self critique) sebagai komitmen metodologis yang berkelanjutan.
Tanggal penting
Batas akhir pengiriman abstrak: 4 Mei 2026
Pengumuman abstrak terpilih: 8 Juni 2026
Simposium online: 13 Juli 2026
Batas akhir pengiriman naskah lengkap untuk presenter terpilih (5-6.000 kata, dalam bahasa Inggris atau bahasa Indonesia): 12 Oktober 2026